Thursday, March 17, 2011


ada sesuatu yang tidak bisa saya katakan kepada siapapun.
dan saya belum mengatakannya kepada siapapun. sekali lagi, SIAPA PUN.
dan saya tidak akan mengatakannya sama sekali.

Sepertinya saya tahu bagaimana perasaan Edward saat dia mengenal Isabella, rasa cinta dan rasa ingin memiliki yang begitu kuat, akan tetapi dengan status dan keadaan dia yang seperti itu, dia tidak ingin Bella menjadi seperti dia dan menjalani penderitaan seperti yang pernah dia alami sebelumnya, ia tidak ingin memberikan hal yang sangat buruk bagi orang yang sangat dicintainya. Dilema seorang pria, dimana dia sangat ingin bersama dengan orang yang dicintainya, tetapi disisi lain dia juga tidak ingin orang yang dicintainya ikut menderita karena bersama dengannya.
Beruntung Edward, Bella begitu mencintainya sehingga ia rela melepaskan statusnya sebagai manusia agar bisa bersama dengannya.
Bedanya dengan saya, “orang” itu sepertinya sama sekali tidak menginginkan saya berada bersamanya.
Hha, sudah lah.
I love her, for the rest of my life. Unlucky me, I have to live it (for the rest of my life) without her. It is what she wants, to live her live without me.
Melihat dia hidup bahagia tanpa kehadiran saya, membuat beberapa dilema tak terpecahkan.
Teman-teman memberi saran, agar segera merelakan “orang” itu pergi, memang tidak mudah, tapi itu harus, kecuali kalau saya mau  tega “mengganggu” dia lagi dengan berharap bisa bersama dengannya lagi.
Kamis malam adalah waktu bagi saya untuk melepas segala penat akan semua permasalahan yang ada. Tiap malam itu saya biasa pergi main pump, sepertinya dengan menggerakkan kaki isi kepala saya semakin membaik. Semakin cepat kaki bergerak, semakin isi kepala saya membaik, walau hanya sesaat. Sesaat pula saya mampu tidak memikirkan “orang” itu.
Dan tiap pada waktu yang sesaat itu pula, seseorang bisa membuat saya berperasaan tidak biasa.
Saya tidak tahu apakah ini nafsu belaka, atau rasa penasaran sesaat, atau pelarian dari ketidakpastian, atau, memang benar-benar saya sedang mulai belajar mencintai seseorang lagi.
Melihat status dia, dan dibandingkan dengan status saya, selalu banyak muncul keraguan, ketidakpercayaan diri, dan berujung pesimis.
Saya selalu merasa takut untuk melakukan kebodohan lagi.

No comments:

Post a Comment